MENGUKUR
KEMAMPUAN MEMBACA
Makalah
Disusun guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Evaluasi
Pembelajaran
Dosen Pengampu: Naifah, S.Pd.I,
M.S.I
Disusun oleh:
Kholid Ibnu Ubaidillah 103211057
Musafikin 103211059
Nur Afifah 103211000
Any Fikriya Nita P.S 113211018
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2013
I.
PENDAHULUAN
Alhamdulillah kita panjatkan puji
syukur kehadirat Allah SWT pencipta alam semesta ini. Tak lupa shalawat serta
salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di zaman modern seperti
ini,perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut terciptanya masyarakat
yang gemar belajar. Proses belajar yang efektif antara lain dilakukan memalui
membaca. Membaca tidak hanya sekedar mengeluarkan bunyi-bunyi bahasa atau
mencari arti kata-kata sulit dalam suatu teks bacaan, tetapi juga melibatkan
pemahaman apa yang dibacanya.
Jika peserta didik hanya mampu
melafalkan kata-kata tanpa bisa mampu memahami apa maksud dari kata-katanya,
maka kurang berarti. Untuk itu diperlukan adanya pengukuran terhadap kemampuan
membaca peserta didik yang merupakan bagian dari evaluasi. Dan dalam kesempatan
ini, kami akan membahas mengenai bagaimana cara mengukur kemampuan membaca.
II.
RUMUSAN MASALAH
A.
Apa
pengertian membaca ?
B.
Bagaimana
sasaran pembelajaran membaca?
C.
Apa
saja bentuk-bentuk tes membaca?
III.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Membaca
Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan
banyak hal,tidak hanya sekedar melafalkan tulisan,tetapi juga melibatkan
aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses
visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) kedalam
kata-kata lisan. Suatu proses berfikir, membaca mencakup aktivitas pengenalan
kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif.
Membaca merupakan proses yang kompleks. Proses ini melibatkan
sejumlah kegiatan fisik dan mental. Proses membaca dimulai dengan sensori visual
yang diperoleh melalui pengungkapan simbol-simbol grafis melalui indra
penglihatan.
Membaca merupakan proses berfikir. Untuk dapat memahami
bacaan,pembaca terlebih dahulu harus memahami kata-kata dan kalimat yang
dihadapinya melalui proses asosiasi dan eksperimental. Kemudian membuat dengan
menghubungkan isi preposisi yang terdapat dalam bacaan. Untuk itu, dia harus
mampu berfikir secara sistematis, logis, dan kreatif. Bertitik tolak dari
kesimpulan itu, pembaca dapat menilai bacaaan. Kegiatan menilai, menuntut
kemampuan berfikir kritis. Kemampuan berfikir melalui membaca seharusnya
dimulai sejak dini. Seorang pengajar hendaknya dapat membimbing peserta
didiknya dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan mereka bias
meningkatkan kemampuan berfikirnya. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada
peserta didik hendaknya merangsang peserta didik agar berfikir, seperti
pertanyaan mengapa dan bagaimana.[1]
B.
Sasaran
pembelajaran membaca
Sasaran tes kemampuan membaca pada dasarnya mengacu pada sasaran
yang sama dengan tes menyimak dalam memahami wacana yang diungkapkan secara
lisan.perbedaan antara keduanya hanya terletak pada mediumnya, yang satu
diungkapkan secara lisan, yang satu tertulis. Pada tes menyimak wacana yang
harus dipahami itu adalah wacana lisan yang didengar langsung atau lewat
rekaman, sedangkan pada tes membaca wacana yang dihadapi berupa wacana yang
disampaiakan melalui media tulis.
Kemampuan yang diharapkan dari kemampuan membaca sangat banyak,
diantaranya:
1.
Mengenali
pokok-pokok pikiran yang terungkapkan
2.
Dapat
mengambil kesimpulan dari apa yang dibacanya
3.
Mampu menelusuri
tujuan bacaan dengan cepat
4.
Menghayati bacaan dengan tujuan agar dapat mengkritisi
dan menghubungkannya
5.
Pemahaman
yang benar terhadap symbol penulisan, seperti tanda baca, tanda kurung, dan
cara pembentukan paragraph baru
6.
Mampu mengenali dan memahami maksud dan pesan
penulis sebagai bagian dari pemahaman tentang penulis
7.
Mengetahui metode dan gaya bahasa yang
digunakan oleh penulis untuk mengungkapkan pikirannya
8.
Memahami
maksud yang terkandung dalam sebuah bacaan.
9.
Membaca dengan teliti
C.
Bentuk-bentuk
tes membaca
Dalam pembelajaran kemampuan membaca, ada beberapa bentuk tes yang
dapat digunakanm diantaranya:
1. Penyesuaian
Bentuk tes ini digunakan dalam diskriminasi visual dan kecepatan
membaca. Dan metode ini cocok untukguru pemulam dan yang diutamakan evaluasi
itu mengandung beberapa mufrodat yang telah diajarkan seorang pendidik
padatingkatan membaca (maharoh as-syafawiyah). Kriteria dalam bentuk tes ini
terbagi menjadi tiga bagian, diantaranya:
a. Penyesuaian kosa kata
Dalam hal ini diminta untuk membaca, kemudian memilih diantara
jawaban yang telah disediakan dengan menggaris bawah pada kosa kata yang sesuai
dengan kosa kata yang terdapat didalam kotak.
Contoh:
اقرأْ بسُرعة، ثمّ ضع خطا تحت الكلمة
المطابقة للكلمة التي في المربع.
مثال:
|
= دارجة
– جرادة – مدارج – دراجة
|
= بعث- ابتعث- اِنبعث- إن بعث
b. Penyesuaian kalimat
Bentuk ini sama dengan bentuk A, hanya saja bentuk ini digunakan
untuk membaca kalimat yang sempurna dan bukan kata-kata murni.
Contoh:
ضع خطّا تحت الجملة
التي تطابق الجملة الأولى.
١. لن يسافر عليّ لبلده.
أ) لن
يسافر عليّ لبلده.
ب) لم يسافر عليّ إلى بلده.
ج) عليّ لن
يسافر إلى بلده.
د) لن يسافر عليّ إلى بلده.
c. Penyesuaian kalimat dan gambar
Bentuk ini termasuk materi penyesuaian kalimat yang menyerupai
bentuk-bentuk sebelumnya, akan tetapi pada bentuk ini seorang guru meminta
peserta didik untuk melihat gambar dan memilih jawaban yang benar.
Contoh:
Lihatlah
gambar-gambar dibawah ini, kemudian bacalah pernyataan dibawahnya kemudian
berilah tanda (X) pada gambar yang sesuai dengan pernyataan.
(A)
(B) (C) (D)
Pada
suatu hari,ada seekor burung hinggap di jendela, Hasan berfikir burung itu
sedang mencari tempat berteduh dari hujan, kemudian dia membuka jendela.
2. Pertanyaan singkat
Bentuk
tes ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
a. Memahami beberapa istilah, peminjaman kata (isti’aroh), dan
penafsirannya.
Bentuk
tes ini merupakan bentuk tes yang meminta peserta didik untuk mencari kata yang
sesuai dengan istilah yang dimaksud.
Contoh:
اكمل الجملة رقم (١)
في كل زوج من الجملة التالية بكلمات بحيث تؤدى معنى الجملة رقم (٢).
مثال :
١. لم يجد المسكين ما يسد به رمقه.
٢. لم يجد المسكين ما.....(يأكله)
مثال :
١. اللص أ طلق سا قيه للريح.
٢.اللص.....
b. Menyimpulkan
Pada bentuk tes ini, jawaban pada pertanyaan-pertanyaan ditetapkan
pada hasil pemahaman selama pembacaan teks, dan peserta didik harus menjawab
pertanyaan tersebut dengan jawaban pendek atau pilihan ganda.
Contoh:
اقرأ ثمّ أكمل :
في قاعة المحاضرات
رقم ٦٠ يوجد
مئة مقعد، نصفها فقط كان مشغولا.
كان عدد
الحضور..........
الجواب: خمسين سخصا
أو: كان عدد
الحضور........
أ) ستين
شخصا
ب) ثلاثيين شخصا
ج) خمسين شخصا
د) مئة شخصا
c. Beberapa pertanyaan yang benar dan salah
Pada
bentuk ini ada dua macam, yaitu:
1. Terdiri dari beberapa susunan yang dibaca peserta didik kemudian
mencentang jawaban apabila benar atau salah.
2. Peserta didik membutuhkan teks yang tidak terlalu panjang untuk
dibaca dengan teliti, dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan gaya bahasanya
sendiri.
Contoh:
ضع دائرة حول الحرف
(ص) إذا كانت العبارة التي تقرؤها تتضمّن حقيقة، و إلاّ فضع الدائرة حول
الحرف (خ)
أ)
أركان
الإسلام خمسة و كذالك الصلوات المفروضة ص خ
ب) الجبن و الزبد من منتجات الألبان ص خ
ج) يحج المسلمون في اخر أيام ذي الحجة ص
خ
3. Pilihan ganda
Pada
bentuk tes ini, terdapat dua bentuk, yaitu:
a.
Ungkapan
pendek
Contoh:
إقرأ ما يلي جيدا ثم
أجب عن الأسئلة.
١.قال الرسول ص م كان
كلّ نبيّ يبعث في قومه خاصة، و يبعث إلي كلّ أمر و أسود. هذا الحديث يشير إلي
أن........
أ)
الأنبياء
كلّهم يعثوا إلي أقوامهم
ب)
الأنبياء
كلّهم يعثوا إلي البشركافة
ج) الرسول أرسل إلي كلّ البشر
د) الرسول أرسل إلي ذوي الألوان الحمراء، و
السوداء فقط
b.
Teks
yang sedang dan panjang
Bahwasannya panjang dan pendeknya suatu teks dibatasi pada beberapa
faktor yang berpusat pada bentuk-bentuk tes tingkatan peserta didik dan waktu
tes.
Contoh:
أبراهيم لن يزور
صديقة محمودا الا اذا كان علي استعداد بأن بصحبه الى صديقهما يوسف.
هذه العبارة تعني أن
ابراهيم...........
ا. سيزور محمودا ان
تحقق شرط
ب. قد زار محمودا
ج. غير مستعد لزيارة
يوسف
د. سيزور يوسف بمفرده
4. Tes melengkapi
Dalam bentuk ini hanya ada satu macam tes, yaitu pemilihan dan
pelaksanaan tes. Dalam hal ini terbagi menjadi empat kriteria, yaitu:
a.
Sebaiknya
materi yang akan diteskan oleh guru itu dibatasi
b.
Sebaiknya
cara pembuangan kalimat juga dibatasi
c.
Sebaiknya
pada saat pelaksanaan tes, teks yang dihadapkan kepada peserta didik teksyang
mudah dipahami sehingga tidak timbul pertanyaan baru.
d.
Pembenaran
Contoh:
بعد وفاة الرسول ص م أمتدت فتوحات المسلمين في كل الجهات, و خاصوا معارك
كثيرة في سبيل
إعلاء كلمة الله. و من هذه المعارك معركة اليرموك. و اليرموك نهر في الشام, وقعت
عنده حرب.....المسلمين و الروم في.....الخليفة أبي بكر و.....الحرب ذهب رجل
من.....المسلمين يبحث عن قريب.....بين جرحى المعركة و.....قليل من الماء
فوجده.....حالة سيئة و الدم.....من جسده فقال له:.....لك أن تشرب؟ فلم.....أن يردّ
و أشار.....بنعم.
(الكلمات الصحيحة كما وردت في النص
الأصلي, و يمكن قبول كلمات مقبولة غيرها)
١.-بين ٦-معه ١١-إليه
٢-عهد ٧- في ١٢-الماء
٣-أثناء ٨- ينزف ١٣-رجلا
٤-جند ٩- هل ١٤-إلي
IV.
PENUTUP
a.
Kesimpulan
Membaca merupakan suatu proses menerjemahkan symbol tulisan (huruf)
kedalam kata-kata lisan, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga
melibatkan aktivitas visual, berfikir, psikolinguistik, dan metakognitif.
Sasaran tes kemampuan membaca pada dasarnya mengacu pada sasaran
yang sama dengan tes menyimak dalam memahami wacana yang diungkapkan secara
lisan.perbedaan antara keduanya hanya terletak pada mediumnya, yang satu
diungkapkan secaralisan, yang satu tertulis.
Beberapa macam bentuk tes yang dapat digunakan mengukur kemampuan
membaca,diantaranya:
1.
Tes
penyesuaian: penyesuaian kosa kata, penyesuaian kalimat, penyesuaian kalimat
dan gambar.
2.
Pertanyaan
singkat: memahami beberapa istilah, menyimpulkan, beberapa pertanyaan yang
benar dan salah.
3.
Pilihan
ganda: ungkapan pendek, teks yang sedang dan panjang
4.
Melengkapi:
pemilihan dan pelaksanaan tes.
b.
Penutup
Alhamdulillah kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang
telah mencurahkan rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Tidak
lupa kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah
membantu proses pembuatan makalah ini.
Dengan kerendahan hati, kami akui makalah ini jauh dari sempurna,
banyak kekurangan yang terdapat didalamnya. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan demi kebaikan makalah selanjutnya. Semoga
makalah ini bermanfaat bagi kita semua dan tetap semangat.
DAFTAR
PUSTAKA
Muhammad,Abdul
Kholiq Muhammad, Ikhtibarat Al-Lughah, Makah: Jami’ah Al Mulk Syu’ud,
1996.
Rahim,
Farida, Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
Soenardi,
Djiwandono, Tes Pegangan Bagi Pengajar Bahasa, Jakarta: Indeks, 2008.
0 komentar :
Posting Komentar